Rabu, 11 Maret 2026
Beredar unggahan di X (05/03/26) yang mengklaim jurnalis CNN Indonesia Diana Valencia ditahan polisi. Narasi menyatakan penahanan itu dipicu karena ia membongkar kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di hadapan Presiden Prabowo Subianto, sehingga dianggap membuka aib negara.
CEK FAKTA:
Dilansir dari TEMPO CEK FAKTA, unggahan tersebut adalah hoaks. CNN Indonesia secara resmi membantah kabar penahanan jurnalisnya melalui akun Instagram yang menegaskan bahwa tidak ada penangkapan jurnalis CNN karena mengungkap kasus MBG.
Berdasarkan pencarian indosatu.co yang berjudul “Kembalikan ID Card Wartawan CNN Indonesia, Istana Minta Maaf”, dalam foto tersebut terdapat Pimred CNN Titin Rosmasari, Wartawan CNN Diana Valencia, dan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana yang sedang menunjukkan ID Card wartawan Diana yang sempat dicabut oleh Istana Presiden RI pada (29/09/25).
Sedangkan foto bagian bawah identik dengan foto dokumentasi tes urine massal di Polda Riau pada (28/02/26) yang diunggah dari situs Riauoke.com dengan judul artikel “Pimpin 'Operasi Bersih', Kapolda Riau Gelar Tes Urine Mendadak dan Jadi yang Pertama Diperiksa”. Tidak ada kaitan apapun dengan Jurnalis Diana Valencia atau MBG.
Nama Diana Valencia sendiri banyak dibicarakan ketika insiden BPMI Sekretariat Presiden yang mencabut ID Card wartawan Diana setelah pertanyaannya mengenai maraknya keracunan siswa akibat MBG kepada Presiden Prabowo. Tindakan itu menuai kritik dari Dewan Pers dan organisasi jurnalis karena dianggap mengganggu kebebasan pers. Deputi BPMI Yusuf Permana kemudian menyatakan penyesalan dan mengembalikan kartu tersebut pada (29/09/25) setelah dialog dengan CNN Indonesia dan Dewan Pers, dengan komitmen agar kejadian serupa tidak terulang.
KESIMPULAN:
Klaim bahwa jurnalis CNN Diana Valencia ditahan polisi karena membongkar kasus keracunan MBG adalah tidak benar. False Context.
RUJUKAN:
TEKS:
Adhani Nur Khairina @motheromance